Pelaku Penyerangan di Rumah Duka RSPAD Sadis

Kompas.com - 23/02/2012, 13:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kelompok pemuda yang menyerang sejumlah pemuda di halaman parkir rumah duka RSPAD Gatot Soebroto, Kamis (23/2/2012) dini hari, cukup sadis.

Hal itu terlihat dari luka-luka pada dua jenazah korban penyerangan, yakni Ricky Tutu Boy (37) dan Stanley AY Wenno (39), yang disemayakamkan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Kepala Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolega Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSCM, Yuli Budiningsih, dalam jumpa pers di rumah duka RSCM memaparkan, jenazah Ricky telah diperiksa secara luar tetapi belum diotopsi karena keluarga masih keberatan. Jenazah Stanley sudah diotopsi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim dokter, pada jenazah Ricky ada banyak luka akibat senjata tajam. Luka utama ada di leher yang sampai memutuskan pembuluh darah. Tulang rawan gondok juga sudah putus. Ricky juga terluka di tangan, dahi, dan tungkai kaki mungkin karena terjatuh.

Luka-luka pada tubuh Stanley juga akibat senjata tajam. Luka utama yang membuatnya tewas ada di dahi sampai pelipis yang tembus sampai ke tulang tengkorak. Stanley juga terluka di perut dan lecet di sekujur tubuh. Stanley meninggal dunia di RSPAD dan sempat dirawat, sebab ada bekas jahitan di dahi.

Selain dua korban tewas, penyerangan oleh 50 orang yang diidentifikasi kelompok Ambon (Maluku) itu juga melukai empat orang yang dirawat di RSPAD, RSCM, dan RS Mitra Keluarga.

Para korban diserang saat melayat jenazah rekan mereka, yakni Bob Stanley Sahusilawane, di Gedung A Rumah Duka RSPAD. Saat itulah, antara pukul 01.30 WIB dan pukul 02.00 WIB, mereka diserang kelompok bersenjata parang yang salah satu pelaku diidentifikasi ialah perempuan. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau